Selasa, 24 September 2013

Manajemen operasi (lingkungan kerja)




LINGKUNGAN KERJA
(KONDISI PABRIK)
ΓΌ   Arti dan tujuan
            Lingkungan kerja dalam pabrik jelas mempengaruhi pekerja pabrik tersebut.
Lingkungan kerja perlu diatur agar produktifitas bertambah karena lingkungan yang buruk akan membuat karyawan merasa terganggu dan akhirnya mempengaruhi produktifitasnya,pengaturan   lingkungan kerja, yaitu pengaturan penerangan tempat kerja, pengontrolan terhadap suara gaduh dalam pabrik, pengontrolan terhadap udara, pengaturan kebersihan tempat kerja dan pengaturan tempat keamanan kerja.
Pengaturan disini meliputi
I.                   Pengaturan penerangan tempat kerja
Pengaturan ini merupakan hal yang esensial menurut tinker untuk tempat kerja biasanya perlu dipasang penerangan yang dayanya sama dengan 40-50 foot candles tp hendaknya memperhatikan faktor lainnya yang dianggap citeris paribus : metode kerja; prosedur pengawasan; lingkungan lainya dan lain2 yang bisa berubah dan daya penerangannya pun berubah. dan untuk itu hendaknya memperhatikan faktor lainnya seperti luas ruangan tambahan aktifa atau juga letak lampu.
macam macam penerangan perlu diperhatikan
·         alamiyah( terbatas waktunya)
·         lampu biasa( relatif murah tp jikavoltage turun susah penanggulanganya)
·         neon(sama dengan lampu bisa namun lebih mahal)
·         kombinasinya( mungkin relatif lebih murah tapi tergantun seperti apa bentuk perusahaanya)
berikut adalah tebel hubungan penerangan dengan produktifitas kerja


JANUARI


Periode
1
2
3
4
Penerangan(X)
10.000 kwh
5000 kwh
2500 kwh
1000kwh
Produktifitas(Y)
100 bal benang
80 bal benang
50 bal benang
10 bal benang
0.01
0.016
0.02
0.01

Terlalu panas melelahkan
Panas melelahkan
optimal
Kurang menerangkan, enggan melakukan pekerjaan

II.                pengaturan suara gaduh
biasnya dalam pengaturan ini ruangan diberi perdam suara agar suara dapat diredam dan rendah atau dengan cara membuat rongga-rongga pada ruangan sehingga suara dapat keluar. jelas dengan pengaturan ini pekerjaan tidak akan terganggu dengan suara suara mesing atau suara yang datangnya dari tempat lain.
III.             pengaturan warna dinding
warna dinding putih netral, biru muda, hijau,merah muda menenangkan syaraf, warna meah kuning oranye memacu syaraf untuk melakukan kegiatan, hendanya pemilihan wanrna haru tepat agar karyawa dapat berbroduksi dengan baik dan memacu untuk melakukan kegiatan
IV.              pengaturan udara suhu dan kelembaban
pada tabil tadi jelas ttergambar dan oleh para ahli menyebutkan bahwa jika suhu udara naik makan karyawan cenderung akan melakukan kesalahan. pengaturan udara ini dapat dilakukan dengan cara :
·         pada lingkungan tempat kerja
Γ°  ventilasi yang cukup
Γ°  penggunaan kipas angin yang menjamin penyalinan udara
Γ°  penggunaan ac dengan biaya yang cukup mahal
Γ°  penggunaan humidifier untuk mengatasi lembabnya udara
·         terhadap orang yang terpengaruh udara lingkungan tempat dalam melaksanakan kegiatan misalnya dengan menggunakan pakaian khusus.
V.                 keselamatan kerja
tempat kerja yang bersih, warna yang pas, udara yang bersih makan akan memberi rasa nyaman para karyawan sehingga mengurangi risiko kesalahan dan mencegah terjadinya kecelakaan pekerjaan dengan berbagai alat, namun harus tetap mempertimbangkan fisik karyawan oleh karena itu para karyawan dianjurkan untuk menjaga kesehatan fisik dengan hidup sehat, selain itu perlu diatur tentang motivasi kerja lain seperti kondisi sosial, kebutuhan individu, fisiologis, sosial maupun egoistik, dan dengan demikian para karyawan akan bertambah keterampilannya.


Rabu, 03 Juli 2013

Situs Candi Liyangan



Salam blogger untuk pecinta blogger di indonesia dan dimanapun anda berada , kali ini saya akan memberikan sedikit informasi tentang Situs candi Liyangan , saya tertarik untuk menulis artikel ini karena memang saya berasal dari kota temanggung dan sangat ingin sekali berpartisipasi dalam memperkenalakan budaya dan wisatayang ada di kabupaten  temanggung , dan semoga tulisan saya yang berasal dari berbagai sumber ini bisa memberikan informasi yang memang sangat penting demi belajar sejarah kehidupan masa lalu yang bisa bermanfaat bagi kehidupan sekarang dan kelak
Candi Liyangan adalah situs purbakala berupa candi dan kawasan permukiman di lereng timur Gunung Sindoro tepatnya di permukiman warga Dusun Liyangan, Desa Purbasari, Kecamatan Ngadirejo, berjarak sekitar 20 kilometer arah barat laut dari kota Temanggung Kabupaten Temanggung,  Jawa Tengah,  Situs ini baru ditemukan pada tahun 2008.

Penemuan pertama berupa talud, yoni, arca, dan batu-batu candi. Penemuan selanjutnya sebuah bangunan candi yang tinggal bagian kaki dan di atasnya terdapat sebuah yoni yang unik, tidak seperti umumnya, karena yoni ini memiliki tiga lubang.
Menurut sejarah penemuan awal Situs Liyangan oleh masyarakat setempat, yaitu pada tahun 2008 masyarakat Temanggung tiba-tiba saja dikejutkan dengan adanya sebuah penemuan candi lagi, di sebuah penambangan pasir tidak jauh dari candi Pringapus, tepatnya di Dusun Liyangan, Desa Purbasari Kecamatan Ngadirejo sekitar 20 kilometer arah barat laut dari kota Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
Kemudian terjadi kembali penemuan berupa sebuah bangunan candi yang tinggal bagian kaki dan di atasnya terdapat sebuah yoni yang unik, tidak seperti umumnya, karena yoni ini memiliki tiga lubang, profil klasik Jawa Tengah pada kaki candi menandakan candi ini berasal dari abad 9 Masehi.
Yang menjadi misteri dan sangat spektakuler adalah temuan terakhir pada akhir Maret 2010 berupa rumah panggung dari kayu yang hangus terbakar dan masih tampak berdiri tegak. Satu unit rumah tersebut berdiri di atas talud dari batu putih setinggi 2,5 meter.
Selain itu juga ditemukan satu unit rumah kayu lain yang baru tampak pada bagian atapnya, menurut perkiraan bangunan rumah tersebut berada dalam satu kompleks dengan candi dan kemungkinan merupakan satu zaman.
Penelitian dan penggalian lebih lanjut dilakukan Balai Arkeologi Yogyakarta pada 2010 dan 2011 menyimpulkan bahwa situs tersebut bukan merupakan candi besar tetapi sebuah perdusunan Mataram Kuno. Berdasar gambaran hasil survei penjajakan Balai Arkeologi Yogyakarta menyimpulkan bahwa Situs Liyangan merupakan situs dengan karakter kompleks; indikasi sebagai situs permukiman, situs ritual, sekaligus situs pertanian.
Balai Arkeologi Yogyakarta menemukan jalan batu dan 40 guci Cina dari Dinasti Tang sekitar abad 9-10 Masehi di Situs Liyangan Temanggung, Jawa Tengah.

Penemuan jalan batu dan guci Cina ini adalah hasil ekskavasi Balai Arkeologi Yogyakarta Mei lalu tepatnya pada penggalian keempat situs ini. Situs Liyangan merupakan kompleks peninggalan Mataram Kuno yang terdiri dari tiga bagian yakni area hunian, area peribadatan, dan area pertanian.Penemuan terakhir, adalah jalan batu sekitar 5 meter yang diduga menghubungkan area peribadatan dan area hunian. Jalan batu ini belum dibuka sepenuhnya karena tertutup oleh material lahar Gunung Sindoro.

Pihak Balai Arkeologi tengah melakukan penelitian lanjutan untuk memastikan kegunaan dari jalan batu tersebut. Hingga saat ini pun, pihaknya masih kesulitan untuk membuka semua jalur lantaran tebalnya lahar yang mencapai 5-12 meter.

Penemuan lain, adalah pecahan guci kuno zaman Dinasti Tang yang ditemukan di area hunian oleh para penambang pasir. Pecahan guci ini lantas disusun hingga menjadi sekitar 40 guci.Guci ini digunakan sebagai alat perkakas rumah tangga seperti mangkok, wadah air, dan sebagainya.
"Saat ditemukan, keadaan guci sudah remuk sehingga kami harus memasangnya kembali,"

Selain guci Cina,dalam penggalian akhir juga ditemukan enam batur atau plataran candi dengan ukuran kira-kira 40 sentimeter persegi serta alat perkakas dari gerabah dan tanah liat seperti pasu (baskom tanah liat), periuk, kendi, dan juga menemukan benda-benda yang terbuat dari logam seperti senjata tajam ( mirip pedang) dan alat pertanian berupa 'Lempak'.

Sebelumnya, pada penggalian tahun 2012 lalu, tim Balai Arkeologi Yogyakarta juga menemukan sarana peribadatan berupa candi, batur,selasar tangga batu, talud air dari kubus batu, talud air yang terbuat dari batu kali dan talud air dari papan batu.

"Diperkirakan benda-benda bersejarah tersebut merupakan peninggalan Mataram Kuno sekitar abad 9 Masehi,"
Sejauh ini Pemerintah Kabupaten Temanggung untuk kepentingan penelitian situs ini telah membebaskan lahan sekitarnya seluas 5.630 meter persegi milik warga setempat yang saaty itu digunakan untuk penambangan galian C. Penelitian situs ini sangat penting untuk mengungkap misteri sejarah peradaban jaman Mataram Kuno, yang membangun perkampungan di Liyangan. (photo: arcomsoekarno.blogspot.com)



Dari hasil penelitian sementara yang berhasil dikumpulkan tim arkeologi, bahwa secara umum, potensi data arkeologi situs Liyangan tergolong tinggi berdasarkan indikasi, antara lain luas situs dan  keragaman data berupa bangunan talud, candi, bekas rumah kayu dan bambu, strutur bangunan batu, lampu dari bahan tanah liat, dan tembikar berbagai bentuk.
Disisi lain juga diperoleh kabar berupa struktur bangunan batu, temuan tulang dan gigi hewan, dan padi, berdasar gambaran yang lain dari hasil survei penjajakan tersebut Balai Arkeologi Yogyakarta menyimpulkan bahwa Situs Liyangan merupakan situs dengan karakter kompleks, yaitu yang mengindikasikan bahwa lokasi  tersebut adalah situs permukiman atau sebuah desa atau dusun di masanya, selain itu merupakan pula situs ritual, dan situs pertanian.
Kunikan lain dari hasil penemuan selanjutnya adalah luasan imajiner situs Liyangan berdasarkan survei diperkirakan tidak kurang dari dua hektare. Di area tersebut tersebar data arkeologi misteri yang menunjukkan sebagai situs perdusunan masa Mataram Kuno. Mengingat sebagian situs terkubur lahar, masih sangat dimungkinkan luasan situs lebih dari hasil survei.
Hasil penelitian tim Balai Arkeologi menyimpulkan bahwa data arkeologi berupa sisa-sisa rumah berbahan kayu dan bambu merupakan situs perdusunan masa Mataram Kuno sekitar 1.000 tahun lalu. Akan tetapi yang menjadi tanda tanya dan menjadi penelitian yang menarik adalah, kayu-kayu yang menjadi bagian terpenting bangunan di area situs Liyangan tersebut hingga sekarang sebagian nampak masih kokoh tidak termakan zaman.
Justru sebagian kayu-kayu tersebut masih nampak utuh tampa cacat sedikitpun. Hingga sampai sekarang penelitian tentang kayu-kayu tersebut masih dilakukan di  laboratorium Balai Arkeologi Yogyakarta.
Dan mulanya di lokasi penambangan pasir tersebut ditemukan situs yang diduga tempat pemujaan atau ritual lainnya, namun terakhir ditemukan pula bekas bangunan dari kayu dan bambu yang telah menjadi arang dan di bawahnya terdapat talud dari batu putih setinggi 2,5 meter dan terdapat saluran air.
Adanya temuan bangunan saluran air tersebut menandakan bahwa waktu itu sudah ada manajemen air. Melihat konstruksi kayu dengan garapan yang halus dan menggunakan atap dari ijuk menandakan bahwa masyarakat pada masa  itu telah memiliki budaya dan seni arsitektur  yang cukup baik di zamannya.
Sumber :


               

Jumat, 14 Juni 2013

Sistem Penyaluran Pembiayaan Pada BMT Mitra Sejati



BAB I
PENDAHULUAN
 Keberadaan baitul maal wa tamwil (BMT) sebagai salah satu perintis lembaga keuangan dengan prinsip syariah di Indonesia, dimulai dari ide para aktivis Masjid Salman ITB Bandung yang mendirikan Koperasi Jasa Keahlian Teknosa pada 1980. Koperasi inilah yang menjadi cikal bakal BMT yang berdiri pada tahun  1984. Lembaga keuangan semacam BMT, sesungguhnya sangat diperlukan untuk  menjangkau dan mendukung para pengusaha mikro dan kecil di seluruh pelosok  Indonesia yang belum dilayani oleh perbankan yang ada saat ini. Sebagai  gambaran, usaha kecil mikro terdiri dari sektor formal dan informal, yang  menurut data Bappenas mencapai angka hampir 40 juta. Peluang pengembangan BMT  di Indonesia sesungguhnya sangat besar, mengingat usaha mikro dengan skala pinjaman di bawah Rp 5 juta adalah segmen pasar yang dapat dilayani dengan efektif oleh lembaga ini. Sementara di sisi lain, keberadaan perbankan yang mampu melayani segmen ini sangat terbatas jumlahnya.
BAITUL MAAL WA TAMWIL
Secara legal formal BMT sebagai lembaga keuangan mikro berbentuk badan hukum koperasi. Sistem operasional BMT mengadaptasi sistem perbankan syariah yang menganut sistem bagi hasil. Baitul maal dalam bahasa Indonesia artinya rumah harta. Sebagai rumah harta, lembaga ini dapat mengelola dana yang berasal dari zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Di sinilah sebenarnya letak keunggulan dari BMT dalam hubungannya dengan  pemberian pinjaman kepada pihak yang tidak memiliki persyaratan/jaminan yang  cukup. BMT memiliki konsep pinjaman kebijakan (qardhul hasan) yang diambil dari dana ZIS atau dana sosial. Dengan adanya model pinjaman ini, BMT tidak memiliki risiko kerugian dari kredit macet yang mungkin saja terjadi. Jadi, sebenarnya BMT memiliki semacam jaminan/proteksi sosial melalui pengelolaan dana baitul maal berupa dana ZIS ataupun berupa insentif sosial, yakni rasa kebersamaan melalui ikatan kelompok simpan pinjam ataupun kelompok yang berorientasi sosial. Proteksi sosial ini menjamin distribusi rasa kesejahtera­an dari  masyarakat yang tidak punya kepada masyarakat yang punya. Dengan demikian, terjadi komunikasi antara dua kelas yang berbeda yang akan memberikan dampak  positif kepada kehidupan sosial ekonomi komunitas masyarakat sekitar.
Bagian lain dari BMT adalah baitul tamwil atau dalam bahasa Indonesia berarti  rumah pembiayaan. Dalam konsep baitul tamwil, pembiayaan dilakukan dengan  konsep syariah (bagi hasil). Konsep bagi hasil untuk sebagian besar rakyat  Indonesia merupakan konsep yang telah sering dipraktikkan dan sudah menjadi  bagian dari proses pertukaran aktivitas ekonomi, terutama di pedesaan.  Contohnya, bagi hasil antara pemilik sawah dan penggarap sawah. Kelebihan  konsep bagi hasil adalah menyebabkan kedua belah pihak, pengelola BMT dan  peminjam saling melakukan kontrol. Di sisi lain pengelola dituntut untuk  menghasilkan untung bagi penabung dan pemodal. Produk yang dikeluarkan oleh BMT meliputi produk pembiayaan (mudhorobah, musyarakah), jual beli barang (BBA, murabahah, bai assalam), ijarah (leasing, bai takjiri, musyarakah mutanaqisah),  serta pembiayaan untuk sosial (qordhul hasan). Produk tabungan meliputi tabungan mudharabah dan ZIS.

  BAB II

PEMBAHASAN
Sistem Penyaluran Pembiayaan pada BMT Mitra Sejati
1.      Deskripsi BMT Mitra Sejati
BMT Mitra Sejati adalah koperasi yang terletak di Jl. P purboyo ,warak kidul, sumberadi Melati , Sleman .
 Koperasi ini bergerak di bidang jasa keuangan  mikro syariah.
Tenaga Kerja di peroleh dari perekrutan dan seleksi ,profil tenaga kerja yang berjumlah 5 orang untuk kaki-laki satu orang yang merupakan pemilik koperasi yaitu triyanto,SE dan yang lain perempuan yang semua berpendidikan terakhir Strata 1 di bidang  ekonomi.

Modal Awal BMT Mitra Sejati
Membentuk koperasi memang diperlukan keberanian dan kesamaan visi dan misi di   dalam intern pendiri. Selain itu, mendirikan koperasi syariah memerlukan perencanaan yang cukup bagus agar tidak berhenti di tengah jalan. Adapun agar diakui keabsahannya, hendaklah koperasi syariah disahkan oleh notaris. (Biaya pengesahan relatif tidak begitu mahal, berkisar 300 ribu rupiah.)
BMT Mitra Sejati  memiliki modal awal bersumber dari dana usaha. Dana-dana ini bersumber dari sendiri dan diusahakan oleh koperasi syariah, misalkan dari Modal Sendiri, Modal Penyertaan dan Dana Amanah.
Modal Sendiri didapat dari simpanan pokok, simpanan wajib, cadangan, Hibah, dan Donasi, sedangkan Modal Penyerta didapat dari Anggota, koperasi lain, bank, penerbitan obligasi dan surat utang serta sumber lainnya yang sah. Adapun Dana Amanah dapat berupa simpanan sukarela anggota, dana amanah perorangan atau lembaga.





Peraralatan yang di miliki :
Koperasi ini memiliki perlalatan seperti Komputer untuk input data yang berjumlah 5 ,printer, dll.

2.                  Sistem Penyaluran pembiayaan pada BMT Mitra Sejati

Secara garis besar, proses pemberian pembiayaan dalam lima tahapan, yaitu:
1. Pengajuan pembiayaan.
Nasabah mengajukan permohonan/proposal secara tertulis kepada BMT. Proses ini dilakukan oleh petugas BMT melalui account officer (AO)/account manager (AM).
Ini dilakukan setelah semua persyaratan formal dipenuhi, seperti yang  menyangkut legalitas calon peminjam (SIUP, NPWP, akta pendirian, laporan keuangan, data diri, dsb).
2. Analisis usulan pembiayaan.
Sementara usulan pembiayaan diproses oleh AO/AM (merupakan tugas dan  wewenangnya), AO/AM mengajukan permohonan analisis kredit, seperti penilaian kelayakan usaha, penilaian jaminan, permohonan informasi calon peminjam, dan analisis yuridis ke bagian administrasi pembiayaan dan hukum. Analisis  informasi yang berkaitan dengan calon peminjam juga dapat dilakukan melalui wawancara informal dengan pihak-pihak lain yang berkaitan dengan kegiatan usaha/calon peminjam seperti tetangga, supplier bahan baku, rekanan usaha, karyawan, dsb. Hal ini dilakukan untuk memastikan capacity (kemampuan) calon peminjam untuk mengembalikan pinjamannya, dan menentukan nilai pinjaman yang harus diberikan oleh BMT. Proses ini merupakan proses yang paling penting bagi pihak pemberi dana (BMT), untuk memastikan keamanan dana yang diberikan serta mengurangi risiko yang mungkin terjadi di masa datang.


3. Persetujuan komite pembiayaan BMT.
Bila seluruh proses oleh AO/AM telah selesai dilakukan, dokumen yang berisi usulan pembiayaan tersebut diserahkan ke bagian administrasi pembiayaan untuk diperiksa kelengkapannya. Selanjutnya dimintakan persetujuan komite pembiayaan. Umumnya, komite pembiayaan terdiri dari AO/AM, manajer BMT dan pengurus koperasi BMT (KBMT). Persetujuan dilakukan secara berjenjang tergantung nilai usulan pembiayaan yang diajukan oleh calon peminjam.
4. Pengikatan pembiayaan.
Setelah usulan pembiayaan tersebut mendapat persetujuan dari komite pembiayaan, tahap selanjutnya adalah mempersiapkan pengikatan pembiayaan (akad pembiayaan). Sebelum dilakukan pengikatan, semua dokumen asli dan dokumen jaminan harus telah diterima.
5. Pencairan dana.
Setelah dilakukan pengikatan pembiayaan, proses pencairan dana dapat dilakukan, dengan terlebih dahulu dilakukan verifikasi tanda tangan calon peminjan, Walaupun BMT beroperasi berlandaskan prinsip syariah, namun siapa pun tanpa  memandang unsur SARA (suku, agama dan ras) dapat menabung dan mengajukan  pinjaman atau pembiayaan sepanjang memenuhi persyaratan yang ada. Perlu diperhatikan, bagi kita yang memiliki sedikit kelebihan uang, tidak ada  salahnya mencoba untuk melirik BMT sebagai salah satu wahana dalam menyimpan sebagian uang yang dimiliki. Paling tidak terdapat 2 manfaat, yakni mendapat  keuntungan dari bagi hasil, dan turut aktif membantu BMT dalam menyediakan  pendanaan untuk para pengusaha mikro dan kecil yang memerlukan pembiayaan.


Bagan Alur system Pemberian Kredit pada BMT Mitra Sejati :
Nasabah mengajukan permohonan pembiaayaan
Persetujuan komite BMT Mitra Sejati
Manajer melakukan analisis usulan pembiayaan
 







Pengikatan pembiayaan
Pencairan dana
 

3.      Analisis Sistem peyaluran pembiayaan pada BMT Mitra Sejati
a.       Dokumen yang di gunakan yaitu sebagai berikut :
1.      Surat Permohonan Pembiayaan (SPP), diisi oleh nasabah dan disampaikan kepada pelayan nasabah untuk diteliti kelengkapan isian datanya yang kemudian disampaikan kepada pembiayaan unutk dianalisis.
2.      Keputuan Persetujuan Pembiayaan (KPP), dibuat oleh Pembiayaan setelah menganalisis SPP.
3.      Bukti Realisasi Pembiayaan (BRP), dibuat oleh otorisator sebagai dasar pencairan dana setelah mendapat KPP dari pembiayaan.
4.      Bukti Kas Keluar (BKK), dibuat oleh kasir saat mengeluarkan dana pembiayaan atas dasar BRP.
5.      Akad Perjanjian (AP), dibuat oleh otorisator dengan nasabah setelah diterbitkan BRP.
6.      Bukti Setoran Angsuran Pembiayaan (BSAP), diisi oleh nasabah saat menyetor angsuran pembiayaan dan bagi hasil (jika ada) dan diterima oleh fungsi kas (kasir).
            Kelebihan dokumen yang digunakan adalah sebagai berikut :
dokumen yang digunakan sudah sesuai dengan kebutuhan, setiap transaksi tidak hanya diselesaikan oleh satu fungsi, adanya pemisahan tiap fungsi, sistem otorisasi yang baik, dan adanya perputaran karyawan dan jabatan dengan cabang lain
Adapun kelemahanya sebagai berikut :
dokumen yang tidak bernomor urut tercetak.
b.      Catatan Akuntansi
Catatan akuntansi yang di gunakan adalah akuntansi pembiayaan
Adapun kelebihan sebagai berikut :
1.      Fungsi kas dan akuntansi terpisah.
2.      Fungsi kas dan fungsi pembiayaan terpisah.
3.      Fungsi pembiayaan dan otorisator untuk perintah pencairan dana terpisah.
  Kelemahan adalah sebagai berikut : adanya penghapusan piutang secara langsung dan      tidak mengenal adanya estimasi piutang tak tertagih.
c.       Pengendalian Intern
Pengendalian intern kas pada Koperasi BMT Mitra Sejati memiliki kelemahan-kelemahan. Kelemahan-kelemahan tersebut antara lain:
 a) Pemberian nomor urut bukti transaksi tidak secara tercetak.
 b) terdapat perangkapan wewenang, yaitu fungsi pembukuan merangkap sebagai customer service, Kepala Bagian Operasional merangkap sebagai Administrasi Pembiayaan.
c) adanya ketidaksesuaian antara SOP dengan kondisi real koperasi.
                   d) kas yang diterima tidak segera didepositokan.
 e) Tidak adanya unsur-unsur pengendalian intern secara tertulis
 f) Pembagian wewenang belum sesuai dengan skil karyawan.
Adapun kelebihan-kelebihan adalah sebagai berikut:
a.       Fungsi kas dan akuntansi terpisah.
b.      Fungsi kas dan fungsi pembiayaan terpisah.
PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa pengendalian kas koperasi BMT Mitra Sejati belum baik.
Berdasarkan pengendalian Intern terhadap Sistem Penggajian Karyawan dapat di ambil kesimpulan bahwa pengendalian sudah cukup baik.
Saran
Saran yang berkaitan dengan hasil penelitian tersebut ialah:
 a) segera membuat bukti-bukti transaksi dengan nomor urut tercetak.
 b) perlu diadakan penambahan karyawan untuk menduduki posisi-posisi yang dirangkap.
 c) taatilah aturan yang ada di SOP Koperasi.
 d) segera didepositokan kas yang diterima setiap hari.
 e) buatlah secara tertulis pengendalian intern.
f) posisikan karyawan sesuai kemampuan yang dimiliki