halooo blogger yang cuakep !!haha sudah lama sekali ini ini aku gak pernah posting di blog kesayangan ini yah karena kesibukan beberapa macam lah. ok dari pada kepo kenapa tidak posting aku ceritain aja yah pertama emang aku ini memang orang yang sok sibuk banget !! iyah, sibuk malas nulis gitu deh hahaha
aku ini memang bukan orang yang bakat nulis tapi cuman sok sokan aja, haha biarin ! yang penting dijalani dengan senang. baik deh dari pada kebanyakan nyencong sana sini, cekidot aja langsung aja ke pokok ceritanya.
ide nulis kali berawalal dari problematika hidup aku yang menurutku itu seni banget deh hahaha. kenapa seni ??? yah karena memang seni adalah sesuatu yang indah, di kehidupan ada yang namanya apa itu senang, sedih, susah, mudah, gundah, galau, khawatir, cinta, benci dll capek lah nulisnya kalau disebutin semua ! intinya bahwa hidup itu banyak rasa, bukan kayak permen, atau brand kopi yang ada rasa beda setiap harinya ehhh tapi betul juga sih yah kayak gitu juga ahhhhh bingung *tear *tear
dari ulasan diatas nah lohhh??? udah kayak pernyataan soal ujian banget haha tapi intinya disini aku mau menjelaskan hal - hal yang aku sebutin diatas tenatang kehidupan seseorang versi aku atau lebih tepatnya aku yang curhat kali yaaaakkk. yowes orapopo curhat setitik....
pertama : seni hidup itu perjalanan
mengapa hidup itu perjalanan, yah karena melihat dari sisi sejarah, disini memang manusia diciptakan Tuhan untuk memulai sebuah perjalan. di ibaratkan lahir ke muka bumi ini diberi kehidupan dan nantinya akan kembali ke Tuhan. ibarat mendaki gunung dalam sebuah perjalan dari rumah untuk mencapai puncak dan kembali lagi kerumah.
kedua : seni hidup itu perjuangan
Perjuangan, yah sebuah usaha untuk mencapai tujuan itu yang dinamakan perjuangan #versisayalagi gak tau kalau orang lain. di ibaratkan lagi kita mendaki gunung, dalam mencapai puncak kita butuh yang namanya perjuangan bagaimana tidak dalam menapaki setiap jalan setapak tidaklah mudah butuh yang namanya ekstra kehati - hatian bukan dari hati ke hati dan juga bukan darimata turun ke hati ! wooii itu mah jatuh cinta hahahha. Di gunung tidaklah mudah dari pertamanya saja sudah jalan yang menanjak, jurang, jalan terjal berbatuan, dan berjuang melawan hawa dingin nah dari sini kita bisa menarik kesimpulan tentunya bahwa sanya dalam hidup itu tidaklah monoton, nglokro, mengalir begitu saja dll kita butuh yang namanya mencapai tujuan tujuan hidup atau keinginan yang disitu butuh yang namanya perjuangan.
Ketiga : seni hidup banyak rasa
Yang ini nih yang paling banyak kalau di ceritain bahwa setiap manusia mempunyai perasaan, yah banyak sih peraasaan senang, sedih, gundah, gelisah, galau, merana (gegana), pokoknya nano- nano juga manis, asem, asin. nah disini sih kalau penulis sih akan cerita tentang seni hidup dalam cinta, bagaimana perasaan cinta inilah yang paling banyak mengubah seseorang. dari yang jelek jadi baik, yang malas jadi rajin, yang tidak rapi menjadi rapi, pokonya banyak deh kalau di omongin gak bakal habis walaupun banyak kopi dalam gelas haha intinya ngejabarin itu buanyaaakkk banget. Nah disini diibartkan untuk ketiga kalinya seperti naik gunung, bahwa semua pendaki adalah pecinta alam. disini kecintaan terhadap alam juga seperti kecintaan manusia terhadap lawan jenis. maka dalam mencintai alam tetunya alam juga terkadang tidak juga mencintai kita, buktinya alam atau gunung aja deh biar gampang, kita mendaki tidak selalu mendapatkan cuaca yang selalu cerah kadang badai, angin, udara yang sangat dingin yang tentunya kita harus menikmati hal tersebut untuk sebuah pemandangan yang indah. nah dari hal tersebut kita juga ibaratkan kembali dalam mencintai seseorang atau lawan jenis tentunya kita akan menikmati apa itu rintangan rintangan tersebut maka dari itu jika kamu dalam sebuah kehidupan hanya dituntut untuk menikmati semuanya.
ok deh hanya itu saja yang dapat aku tulis, berhubung rokok dan kopi udah habis maka ide pun juga udah habis hahahhaha lain kali aja ya aku janji ini tulisan akan bersambung kayak sinetron- sinetron yang berepisode hahahha
Tampilkan postingan dengan label pariwisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pariwisata. Tampilkan semua postingan
Selasa, 10 Februari 2015
Rabu, 01 Januari 2014
Pendakian Gunung Prau Via Temanggung
Mendaki merupakan kegiatan atau hobi yang sangat menyenangkan, berburu sunset,sunrise dan juga pemandangan yang indah dari dataran tinggi adalah hal yang menjadi tujuan utama dari sebuah pendakian.
Bersahabat dan mencintai alam ,sekaligus menikmati keindahan ciptaan Sang Kuasa tentu menjadi satu kegiatan yang sangat mengasikan ,bercengkrama di alam lepas dengan teman ,menikmati udara dingin yang menusuk tulang dan membuat hidangan sederhana di atas puncak ialah hal yang menjadi suatu kenikmatan tersendiri di alam bebas.
Kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman pendakian gunung prau melalui jalur temanggung , memang jalur pendaikian yang sering dilalui pendaki umum biasanya melewati tiga jalur yaitu via desa kenjuran kab kendal ,via desa patak banteng ,dan via datarn tinggi dieng.
Gunung Prau terletak pada ketinggian 2560 m di atas permukaan laut, Secara administratif Gunung Prau masuk wilayah beberapa Kabupaten sekaligus. wilayah Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Batang dan Kabupaten Kendal. Sedang secara Astronomis Gunung ini terletak pada koordinat 7° 11' 13" LS, 109° 55' 22" BT.
Pendakian gunung prau via jalur temanggung memang belum banyak orang yang belum mengetahui ,karena memang jalur ini baru saja dibuka oleh rekan-rekan swambin jungle trekking club.Bescame kami berada di desa campurejo ,kec.tretep,kab. Temanggung. Pendakian via temanggung mempunyai tiga jalur yang sangat memiliki pemandangan luar biasa .oh ya kemarin saya dan rekan rekan swambin jungle trekking club melakukan pendakian melalui jungle trek banaran ,bojor ,tretep dan turun dari puncak ke desa wates ,wonoboyo temanggung.
Pendakian melalui jalur ini menyita waktu 4-6 jam bejalan santai penuh cengkrama dan istirahat, tetapi jika melalui jalur ini kita akan mendapatkan suguhan pemandangan yang sangat indah dalam perjalan pertama kita akan bertemu dengan perkebunan sayur penduduk sekitar dan jika pada saat bulan april sampai agustus kita akan menjumpai hampir seluruh perbunanya adalah tembakau yang hijau sejuk dimata
.Setelah melewati perkebunan warga kita akan menjumpai hutan pinus walaupun tidak lebat tetapi sangat menyejukan ketika kita melewati hutan pinus tersebut , hutan pinus selasai saatnya trek mulai menanjak melalui hutan yang tidak begitu lebat karena beberapa waktu lalu terjadi kebakaran. setelah itu sampailah pada trek hutan yang sesungguhnya yaitu hutan yang masih lebat dengan flora faunanya yang masih alami.
hutan lebat dengan pohon pohon rindang besar. Dalam trek hutan ini kita harus berhati hati karena memang kondisi trek disini licin dan menanjak ,jika tidak hati hati pendaki dapat terpeleset ,setelah melewati hutan kita akan menemui trek semak belukar dengan trek yang sangat licin dengan kemiringan yang cukup membuat tenaga kita terkuras dan otot kaki terasa berat. tetunya ini menjadi sebuah tantangan bagi pendaki.
trek sulit sudah terlewati kini saatnya tiba di dekat puncak yaitu pertemuan dari jalur kenjuran ,dari sini pun kita masih berjalan ke arah barat menuju ke bukit teletubies untuk menuju puncak ,di trek ini sudah landai dan kita akan menemui kebun strowberry jawa atau ucen ucen (sebutan dari rekan rekan) ,kita bisa memetik untuk menambah sedikit energi dengan rasa manis dan masamnya. nah sampailah pada puncak gunung prau ,(alhamdulilah dengan kaki yang sudah lumayan gempor )
beberapa foto yang saat di puncak
setelah bermalam dan pagi sudah tiba kamipun turun melalui jalur yang berbeda yaitu melalui jalur wates wonoboyo temanggung.
Rabu, 03 Juli 2013
Situs Candi Liyangan
Salam blogger untuk pecinta
blogger di indonesia dan dimanapun anda berada , kali ini saya akan memberikan
sedikit informasi tentang Situs candi Liyangan , saya tertarik untuk menulis
artikel ini karena memang saya berasal dari kota temanggung dan sangat ingin
sekali berpartisipasi dalam memperkenalakan budaya dan wisatayang ada di
kabupaten temanggung , dan semoga
tulisan saya yang berasal dari berbagai sumber ini bisa memberikan informasi
yang memang sangat penting demi belajar sejarah kehidupan masa lalu yang bisa
bermanfaat bagi kehidupan sekarang dan kelak
Candi Liyangan adalah situs purbakala berupa candi dan kawasan
permukiman di lereng timur Gunung Sindoro tepatnya di permukiman warga Dusun
Liyangan, Desa Purbasari, Kecamatan Ngadirejo, berjarak sekitar 20 kilometer
arah barat laut dari kota Temanggung Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Situs ini baru ditemukan pada tahun 2008.
Penemuan pertama berupa talud, yoni, arca, dan batu-batu candi. Penemuan
selanjutnya sebuah bangunan candi yang tinggal bagian kaki dan di atasnya
terdapat sebuah yoni yang unik, tidak seperti umumnya, karena yoni ini memiliki
tiga lubang.
Menurut sejarah penemuan awal Situs
Liyangan oleh masyarakat setempat, yaitu pada tahun 2008 masyarakat Temanggung
tiba-tiba saja dikejutkan dengan adanya sebuah penemuan candi lagi, di sebuah
penambangan pasir tidak jauh dari candi Pringapus, tepatnya di Dusun Liyangan,
Desa Purbasari Kecamatan Ngadirejo sekitar 20 kilometer arah barat laut dari
kota Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
Kemudian terjadi kembali penemuan
berupa sebuah bangunan candi yang tinggal bagian kaki dan di atasnya terdapat
sebuah yoni yang unik, tidak seperti umumnya, karena yoni ini memiliki tiga
lubang, profil klasik Jawa Tengah pada kaki candi menandakan candi ini berasal
dari abad 9 Masehi.
Yang menjadi misteri dan sangat
spektakuler adalah temuan terakhir pada akhir Maret 2010 berupa rumah panggung
dari kayu yang hangus terbakar dan masih tampak berdiri tegak. Satu unit rumah
tersebut berdiri di atas talud dari batu putih setinggi 2,5 meter.
Selain itu juga ditemukan satu unit
rumah kayu lain yang baru tampak pada bagian atapnya, menurut perkiraan
bangunan rumah tersebut berada dalam satu kompleks dengan candi dan kemungkinan
merupakan satu zaman.
Penelitian dan penggalian lebih lanjut dilakukan Balai Arkeologi
Yogyakarta pada 2010 dan 2011 menyimpulkan bahwa situs tersebut bukan merupakan
candi besar tetapi sebuah perdusunan Mataram Kuno. Berdasar gambaran hasil
survei penjajakan Balai Arkeologi Yogyakarta menyimpulkan bahwa Situs Liyangan
merupakan situs dengan karakter kompleks; indikasi sebagai situs permukiman,
situs ritual, sekaligus situs pertanian.
Balai Arkeologi Yogyakarta menemukan
jalan batu dan 40 guci Cina dari Dinasti Tang sekitar abad 9-10 Masehi di Situs
Liyangan Temanggung, Jawa Tengah.
Penemuan jalan batu dan guci Cina ini adalah hasil ekskavasi Balai Arkeologi Yogyakarta Mei lalu tepatnya pada penggalian keempat situs ini. Situs Liyangan merupakan kompleks peninggalan Mataram Kuno yang terdiri dari tiga bagian yakni area hunian, area peribadatan, dan area pertanian.Penemuan terakhir, adalah jalan batu sekitar 5 meter yang diduga menghubungkan area peribadatan dan area hunian. Jalan batu ini belum dibuka sepenuhnya karena tertutup oleh material lahar Gunung Sindoro.
Pihak Balai Arkeologi tengah melakukan penelitian lanjutan untuk memastikan kegunaan dari jalan batu tersebut. Hingga saat ini pun, pihaknya masih kesulitan untuk membuka semua jalur lantaran tebalnya lahar yang mencapai 5-12 meter.
Penemuan lain, adalah pecahan guci kuno zaman Dinasti Tang yang ditemukan di area hunian oleh para penambang pasir. Pecahan guci ini lantas disusun hingga menjadi sekitar 40 guci.Guci ini digunakan sebagai alat perkakas rumah tangga seperti mangkok, wadah air, dan sebagainya.
"Saat ditemukan, keadaan guci sudah remuk sehingga kami harus memasangnya kembali,"
Selain guci Cina,dalam penggalian akhir juga ditemukan enam batur atau plataran candi dengan ukuran kira-kira 40 sentimeter persegi serta alat perkakas dari gerabah dan tanah liat seperti pasu (baskom tanah liat), periuk, kendi, dan juga menemukan benda-benda yang terbuat dari logam seperti senjata tajam ( mirip pedang) dan alat pertanian berupa 'Lempak'.
Sebelumnya, pada penggalian tahun 2012 lalu, tim Balai Arkeologi Yogyakarta juga menemukan sarana peribadatan berupa candi, batur,selasar tangga batu, talud air dari kubus batu, talud air yang terbuat dari batu kali dan talud air dari papan batu.
"Diperkirakan benda-benda bersejarah tersebut merupakan peninggalan Mataram Kuno sekitar abad 9 Masehi,"
Penemuan jalan batu dan guci Cina ini adalah hasil ekskavasi Balai Arkeologi Yogyakarta Mei lalu tepatnya pada penggalian keempat situs ini. Situs Liyangan merupakan kompleks peninggalan Mataram Kuno yang terdiri dari tiga bagian yakni area hunian, area peribadatan, dan area pertanian.Penemuan terakhir, adalah jalan batu sekitar 5 meter yang diduga menghubungkan area peribadatan dan area hunian. Jalan batu ini belum dibuka sepenuhnya karena tertutup oleh material lahar Gunung Sindoro.
Pihak Balai Arkeologi tengah melakukan penelitian lanjutan untuk memastikan kegunaan dari jalan batu tersebut. Hingga saat ini pun, pihaknya masih kesulitan untuk membuka semua jalur lantaran tebalnya lahar yang mencapai 5-12 meter.
Penemuan lain, adalah pecahan guci kuno zaman Dinasti Tang yang ditemukan di area hunian oleh para penambang pasir. Pecahan guci ini lantas disusun hingga menjadi sekitar 40 guci.Guci ini digunakan sebagai alat perkakas rumah tangga seperti mangkok, wadah air, dan sebagainya.
"Saat ditemukan, keadaan guci sudah remuk sehingga kami harus memasangnya kembali,"
Selain guci Cina,dalam penggalian akhir juga ditemukan enam batur atau plataran candi dengan ukuran kira-kira 40 sentimeter persegi serta alat perkakas dari gerabah dan tanah liat seperti pasu (baskom tanah liat), periuk, kendi, dan juga menemukan benda-benda yang terbuat dari logam seperti senjata tajam ( mirip pedang) dan alat pertanian berupa 'Lempak'.
Sebelumnya, pada penggalian tahun 2012 lalu, tim Balai Arkeologi Yogyakarta juga menemukan sarana peribadatan berupa candi, batur,selasar tangga batu, talud air dari kubus batu, talud air yang terbuat dari batu kali dan talud air dari papan batu.
"Diperkirakan benda-benda bersejarah tersebut merupakan peninggalan Mataram Kuno sekitar abad 9 Masehi,"
Sejauh ini Pemerintah Kabupaten Temanggung untuk
kepentingan penelitian situs ini telah membebaskan lahan sekitarnya seluas
5.630 meter persegi milik warga setempat yang saaty itu digunakan untuk
penambangan galian C. Penelitian situs ini sangat penting untuk mengungkap
misteri sejarah peradaban jaman Mataram Kuno, yang membangun perkampungan di
Liyangan. (photo: arcomsoekarno.blogspot.com)
Dari hasil penelitian sementara yang
berhasil dikumpulkan tim arkeologi, bahwa secara umum, potensi data arkeologi
situs Liyangan tergolong tinggi berdasarkan indikasi, antara lain luas situs
dan keragaman data berupa bangunan talud, candi, bekas rumah kayu dan bambu,
strutur bangunan batu, lampu dari bahan tanah liat, dan tembikar berbagai
bentuk.
Disisi lain juga diperoleh kabar
berupa struktur bangunan batu, temuan tulang dan gigi hewan, dan padi, berdasar
gambaran yang lain dari hasil survei penjajakan tersebut Balai Arkeologi
Yogyakarta menyimpulkan bahwa Situs Liyangan merupakan situs dengan karakter
kompleks, yaitu yang mengindikasikan bahwa lokasi tersebut adalah situs
permukiman atau sebuah desa atau dusun di masanya, selain itu merupakan pula
situs ritual, dan situs pertanian.
Kunikan lain dari hasil penemuan
selanjutnya adalah luasan imajiner situs Liyangan berdasarkan survei
diperkirakan tidak kurang dari dua hektare. Di area tersebut tersebar data
arkeologi misteri yang menunjukkan sebagai situs perdusunan masa Mataram Kuno.
Mengingat sebagian situs terkubur lahar, masih sangat dimungkinkan luasan situs
lebih dari hasil survei.
Hasil penelitian tim Balai Arkeologi
menyimpulkan bahwa data arkeologi berupa sisa-sisa rumah berbahan kayu dan
bambu merupakan situs perdusunan masa Mataram Kuno sekitar 1.000 tahun lalu.
Akan tetapi yang menjadi tanda tanya dan menjadi penelitian yang menarik
adalah, kayu-kayu yang menjadi bagian terpenting bangunan di area
situs Liyangan tersebut hingga sekarang sebagian nampak masih kokoh tidak
termakan zaman.
Justru sebagian kayu-kayu tersebut
masih nampak utuh tampa cacat sedikitpun. Hingga sampai sekarang penelitian
tentang kayu-kayu tersebut masih dilakukan di laboratorium Balai
Arkeologi Yogyakarta.
Dan mulanya di lokasi penambangan
pasir tersebut ditemukan situs yang diduga tempat pemujaan atau ritual lainnya,
namun terakhir ditemukan pula bekas bangunan dari kayu dan bambu yang telah
menjadi arang dan di bawahnya terdapat talud dari batu putih setinggi 2,5 meter
dan terdapat saluran air.
Adanya temuan bangunan saluran air
tersebut menandakan bahwa waktu itu sudah ada manajemen air. Melihat konstruksi
kayu dengan garapan yang halus dan menggunakan atap dari ijuk menandakan bahwa
masyarakat pada masa itu telah memiliki budaya dan seni arsitektur
yang cukup baik di zamannya.
Sumber :
Sabtu, 02 Februari 2013
Kesenian Jaran Kepang Temanggung
Selamat Membaca Teman ,kali ini saya menulis artikel tentang kesenian yang ada di temanggung
Jaran kepang atau bisa di sebut juga kuda lumping yaitu sebuah kesenian tarian yang menggunakan kuda-kudaan yang terbuat dari anyaman bambu bukan dari kuda asli ,tarian inipun dimainkan oleh 12-17 orang yang diiringi musik gamelan dan gendang ,tarian ini menceritakan tentang kisah prajurit jaman kerajaan dahulu kala yang menggambarkan prajurit -prajurit berkuda yang gagah berani, seolah siap untuk berperang .menurut sumber yang saya wawancarai yaitu seorang seniman atau ketua dari organisasi kuda llumping yang ada di desa Pateken , wonoboyo, Temanggung ,seni tari tradisional ini merupakan cerita pemimpin dan prajurit jaman kerajaan yang ada di jawa yang bersiap perang ,namun kalau di lihat orang awam tarian tersebut hanya menceriatakan prajurit yang gagah berani tetapi setelah di telusuri lebih dalam dari gerakan - gerakan mempunyai makna tersendiri ,dan juga terdapat peran tersendiri misalkan landam adalah seorang pemimpin dalam pasukan kuda ,pengapit atau sering disebut pengawal yaitu seorang yang menjadi asisten pemimpin .
sekarang jaran kepang menjadi kesenian andalan di setiap pedesaan temanggung setiap kali ada perayaan entah dalam perayaan idul fitri, tahun baru muhharam ,dan lain sebagainya jaran kepang sering di pentaskan sebagai kesenian hiburan .
Di Temanggung ,para seniman jaran jepang sekarang sangat kreatif yaitu dengan memadukan tarian tarian dari Bali misalkan tari leak , barong dan lain sebagainyadan dari jawa barat misalnya jaipong ,umumnya tari leak yang pada pertengahan jaran kepang berlangsung di selingi munculnya tari leak ,dengan keberagaman tarian ini menggambarkan bahwa bangsa indonesia kaya akan budaya dan kerukunan antar budaya.
Desa pateken salah satunya memadukan tari jaran kepang dengan tari jaipong dan tari leak dari bali ,keragaman budaya inilah yang menjadi nilai lebih bagi keindahan tarian yang di sajikan ,bukan hanya itu di desa ini juga terdapat seni tari Reog dan Warok dari Ponorogo Jawa Timur yang sudah di klaim oleh negara tetangga yaitu malaysia .Meskipun demikian tarian tarian ini warisan budaya leluhur yang harus kita lestarikan .
Jaran kepang atau bisa di sebut juga kuda lumping yaitu sebuah kesenian tarian yang menggunakan kuda-kudaan yang terbuat dari anyaman bambu bukan dari kuda asli ,tarian inipun dimainkan oleh 12-17 orang yang diiringi musik gamelan dan gendang ,tarian ini menceritakan tentang kisah prajurit jaman kerajaan dahulu kala yang menggambarkan prajurit -prajurit berkuda yang gagah berani, seolah siap untuk berperang .menurut sumber yang saya wawancarai yaitu seorang seniman atau ketua dari organisasi kuda llumping yang ada di desa Pateken , wonoboyo, Temanggung ,seni tari tradisional ini merupakan cerita pemimpin dan prajurit jaman kerajaan yang ada di jawa yang bersiap perang ,namun kalau di lihat orang awam tarian tersebut hanya menceriatakan prajurit yang gagah berani tetapi setelah di telusuri lebih dalam dari gerakan - gerakan mempunyai makna tersendiri ,dan juga terdapat peran tersendiri misalkan landam adalah seorang pemimpin dalam pasukan kuda ,pengapit atau sering disebut pengawal yaitu seorang yang menjadi asisten pemimpin .
sekarang jaran kepang menjadi kesenian andalan di setiap pedesaan temanggung setiap kali ada perayaan entah dalam perayaan idul fitri, tahun baru muhharam ,dan lain sebagainya jaran kepang sering di pentaskan sebagai kesenian hiburan .
Di Temanggung ,para seniman jaran jepang sekarang sangat kreatif yaitu dengan memadukan tarian tarian dari Bali misalkan tari leak , barong dan lain sebagainyadan dari jawa barat misalnya jaipong ,umumnya tari leak yang pada pertengahan jaran kepang berlangsung di selingi munculnya tari leak ,dengan keberagaman tarian ini menggambarkan bahwa bangsa indonesia kaya akan budaya dan kerukunan antar budaya.
Minggu, 09 September 2012
Potensi Wisata Temanggung (surodipo water fall)
Air terjun Surodipo atau juga sering disebut curug trocoh oleh penduduk sekitar yang berarti air terus mengalir ,memang sangat sungguh menarik untuk di kunjungi karena air terjun ini bisa di bilang masih alami.
air terjun surodipo ini terletak di Desa Tawang sari ,kecamatan Wonoboyo atau 28 km dari Kota Temanggung ,air terjun ini memang tak pernah surut saat kemarau panjang tapi saat terjadi penjarahan hutan besar besaran saat reformasi menjadi agak sedikit terganggu ekosistemnya .
Air terjun Surodipo memiliki keuunggulan di bandingkan air terjun lainya karena memiliki 5 terjunan bertingkat,ketinggian 120 m ,dan jarak antaraterjunan satu dengan terjunan lainya 20 m
Wisata ini memang sudah di resmikan oleh pemerintah daerah sekitar tetapi sarana dan prasarana belum di bangun seperti tangga berbahan dasar beton ,besi pengaman ,tempat ibadah dsb , tetapi hal itulah yang menjadi daya tarik tersendiri dan berkesan alami
So ,tunggu apalagi ayo visit temanggung :D
Langganan:
Postingan (Atom)



















